Pages

Sabtu, 16 Oktober 2010

Serangga yang mampu membuat mangsanya menjadi zombie !


Makhluk yang mampu membuat mangsanya menjadi zombie yang tak berdaya, mengikuti segala perintah tuannya, dan menjadi inang bagi telur-telur pengendalinya, terdengar amat fantastis dan sepertinya hanya ada di film-film alien yang pernah kita tonton.

Tapi nyatanya, makhluk seperti itu memang benar ada !



Emerald Cockroach Wasp, sejenis tawon dengan nama latin Ampulex Compressa.
Tawon yang hidup secara soliter ini adalah jenis serangga dari ordo Hymenoptera, satu ordo dengan lebah, ngengat dan semut.


Ciri unik dari Ampulex Compressa ini adalah proses penetasan telurnya yang tergolong tidak lazim dan sedikit sadis.

Tawon ini menggunakan kecoak, yang biasanya berjenis Periplaneta americana, Periplaneta australasiae atau Nauphoeta rhombifoli. Tidak usah bingung, ketiga kecoak ini adalah kecoak biasa yang sehari-hari kita temui.

Pertama-tama Ampulex Compressa betina akan menemukan dan menentukan siapa korban yang akan dia pilih. Biasanya kecoak yang sehat dan terlihat bernutrisi tinggilah yang akan dia pilih.

Kemudian hewan ini akan menyuntikkan racunnya ke dalam tubuh kecoa. Tawon ini menyuntikkan racunnya dua kali. Suntikan yang pertama akan disuntikkan ke ganglion (sistem saraf pada serangga) di tubuh kecoa, mengacaukan sarafnya, membuat kaku kaki depan milik kecoa malang tersebut.
Setelah mangsanya sulit bergerak, predator ganas ini akan menyuntikkan racunnya secara tepat ke ganglion di kepala kecoa. Mematikan gerak refleksnya, dan menghilangkan segala kemampuannya untuk menyelamatkan diri dan bergerak menurut kemauan sendiri.




Kemudian sang tawon akan memakan setengah bagian dari masing-masing antena kecoa. Belum pasti apa tujuan dari perilaku ini, namun ilmuwan berpendapat bahwa di antena tawon terdapat nutrisi yang bisa mengisi ulang racun milik tawon. Sebagian lain berpendapat hal ini dilakukan supaya racun tersebut tidak sampai membunuh si kecoa.

Tahap selanjutnya, kecoa akan di bawa menuju sarangnya. Disinilah keunikan terjadi. Alih-alih mengangkat mangsanya seperti serangga pemangsa pada umumnya, Tawon compressa yang umumnya bertubuh lebih kecil dari kecoa ini akan menarik salah satu antena kecoa itu dan menuntunnya ke sarang. Seperti anjing yang di bawa oleh tuannya, mangsanya tidak melawan, kecoa ini akan berjalan dengan patuh mengikuti tuannya menuju sarangnya.

Di sarangnya yang berbentuk liang inilah Ampulex Compressa menginjeksikan beberapa lusin telurnya ke dalam tubuh kecoa. Telurnya berkisar antara 2 mm dan berwarna putih.




Langkah berikutnya, tawon ini akan meninggalkan sarangnya setelah menutupi sarang tersebut dengan batu dan kerikil untuk menghalau predator lain.

Kecoa yang telah teracuni ini akan terbaring diam selama kira-kira 3 hari sampai telur tawon menetas dan menjadi larva. Selama kurang lebih satu minggu hari berikutnya, larva ini akan tumbuh dengan nutrisi yang dia dapat dari organ internal kecoa. Uniknya, organ tersebut dimakan dengan urutan sedemikian rupa sehingga kecoa tetap hidup walaupun kehilangan organ tubuhnya satu persatu, paling tidak kecoa akan tetap hidup sampai larva tawon mencapai tahap metamorfosis dan membentuk kepompong.

Akhirnya tawon yang telah mencapai bentuk dewasa akan keluar dari tubuh kecoa dan siklus ini dimulai kembali. 

3 comments:

lia mengatakan...

ayo,tambah lagi artikelnya!!!!

cheLzhut mengatakan...

waww .....

Anonim mengatakan...

Ical

gan, itu apa mungkin,, ane pernah baca, kalau kecoa itu akan mati jika ia terbaring selama beberapa saat gt..

brati itu pas terbaring, bakalan mati gan..

Wallohua'lam..

Posting Komentar