Pages

Kamis, 14 April 2011

Jamur yang Mampu Membuat Mangsanya Menjadi Zombie

Anda masih ingat Ampulex compressa? Serangga yang mampu membuat serangga lain menjadi budaknya, mempengaruhi otaknya, dan memanfaatkannya sebagai budak zombie? Ada yang lebih menakjubkan lagi, kali ini sebuah spesies jamur yang mampu membuat serangga menjadi zombie!



Cordyceps unilateralis, itu nama latinnya. Sulit dipercaya memang. Pada tingkat takson, golongan fungi menempati strata lebih rendah daripada kingdom animalia, namun siapa sangka ternyata spesies dari kingdom fungi mampu memperbudak spesies dari tingkat kingdom yang lebih tinggi, yang lebih rumit sistem hidupnya.

C. unilateralis biasanya menarget satu spesies semut bernama latin Camponotus leonardi. Jamur ini bisa saja menarget semut lain yang masih berkerabat dengan Camponotus leonardi, namun hanya bila terpaksa karena tingkat keberhasilannya lebih rendah.



Proses

Cordyceps unilateralis menggunakan perantara semut sebagai inang spora untuk menyebarkan sporanya dalam jangkauan yang luas dan memperbesar kemungkinan tumbuhnya spora.

Spora-spora ini pertama-tama akan disebarkan ke udara, bila kebetulan ada semut yang lewat maka ada kemungkinan spora ini akan terhirup oleh semut melalui spirakelnya. Spora-spora ini kemudian akan berkembang di dalam tubuh semut itu dengan memakan jaringan-jaringan non-vital sehingga semut tetap bisa hidup.

Saat spora-spora ini siap untuk tahap perkembangan selanjutnya, maka miselia dari spora-spora ini akan memasuki otak si semut dan memengaruhi hormon-hormonnya.

Layaknya budak zombie, semut ini akan patuh. Semut ini kemudian akan menuju batang tumbuhan terdekat dan diam disana hingga akhir hidupnya
Hal yang mengesankan terjadi disini, semut ini akan mencari lokasi yang amat spesifik yang memiliki  berbagai fasilitas dan kondisi yang dibutuhkan oleh perkembangan spora jamur. Lokasi tempat semut diam ini biasanya memiliki ciri-ciri:

  • berjarak sekitar 25 cm dari tanah
  • menghadap arah utara
  • tingkat kelembaban 94-95 %
  • suhu 20-30 celcius
Setelah menemukan tempat yang cocok, spora-spora jamur ini akan berkembang menjadi jamur dewasa dengan memecahkan exoskeleton (rangka tubuh) semut dan menembus keluar. Tentu saja semut itu akhirnya tewas dengan tragis. Kemudian jamur ini akan mengeluarkan semacam zat antimikroba untuk membunuh mikroba di sekitarnya supaya tidak ada persaingan dengan organisme lain. 

Keseluruhan proses ini memakan waktu sekitar 4-10 hari. Jamur ini pun siap untuk menginfeksi semut lain.








Pencegahan oleh koloni semut

Ternyata semut-semut Camponotus leonardi pun telah beradaptasi untuk melawannya. Bila ada temannya yang terinfeksi oleh spora jamur ini, salah satu anggota koloni akan membawa semut ini jauh-jauh dari sarang mereka untuk menghindari hancurnya koloni tersebut. Sungguh adaptasi tingkah laku yang unik

Bagaimana bila suatu saat ada jamur yang bisa menyerang otak manusia?

4 comments:

Ninditya Nareswari Ciptomulyono mengatakan...

bim, kamu nyari info ginian dimana sih?

Abim mengatakan...

Rahasia perusahaan, :P

Visit terus ya :)

p.s.: eh, novelnya aku tunggu lho.

Anonim mengatakan...

gan, mg ga ad jamur yg bisa hinggap dan hidup di tubuh manusia, trus njebol kepala manusia layaknya kpala semut itu,, horor ane gan.. parno amat jamurnya.. salam kenal gan..

ane Ical, biasa utek2 mobile broadband.. tq

Abim mengatakan...

Setau ane sih nggak ada gan. Kalo ada pasti udah jadi peristiwa heboh. Paling-paling di manusia cuma kasus-kasus serangga masuk ke dalam kepala. Itupun akibatnya nggak fatal.

Posting Komentar