Pages

Jumat, 15 April 2011

Cara Kerja Cermin Dua Arah

Anda pernah melihat adegan interogasi di film-film hollywood? Anda tentu melihat ada cermin besar di dalam ruangan itu yang satu sisinya bertindak sebagai cermin, sedangkan sisi lainnya bertindak seperti jendela sehingga orang di ruangan sebelah bisa melihat ke dalam ruang interogasi tersebut. Pernahkah anda berpikir bagaimana cara kerjanya?

Kali ini saya akan membahas dua hal, cara kerja cermin dua arah dan tips untuk menghindari pemerkosaan visual.

Cara Kerja

Umumnya cermin terdiri dari dua lapisan. Pada cermin biasa, lapisan terdepan hanyalah kaca biasa. Lapisan belakangnya lah yang dilapisi oleh zat yang mengkilap. Biasanya yang digunakan adalah lapisan tipis (amat tipis) perak yang di sebarkan secara merata di permukaan kaca lapis kedua sehingga menciptakan efek memantul pada cermin yang biasa kita punya.

Namun teknik pembuatan cermin dua arah berbeda dengan pembuatan cermin biasa. Cermin dua arah, dalam bahasa inggris two-ways mirror, kadang disebut juga cermin satu arah/ one-ways mirror.




Tak ada yang tahu kenapa beberapa vendor menyebutnya dengan sebutan yang berbeda. Namun keduanya adalah cermin yang sama, sama-sama memiliki nama paten Mirropane, dipatenkan oleh perusahaan LOF Architectural Specialty Glass

Pada cermin mirropane ini, lapisan perak diaplikasikan pada kedua lapisan kaca. Bedanya, pada cermin ini komposisi perak yang diaplikasikan hanyalah setengahnya dari total luas permukaan sehingga setengah dari cahaya yang melewati cermin mirropane akan diteruskan dan setengahnya lagi akan dipantulkan.

Bayangkan saja seperti ini, anda bisa melihat melalui kaca kan? Mengapa? Karena kasa tersebut memiliki lubang-lubang kecil. Nah cermin mirropane ini juga bekerja seperti itu, namun lubang-lubangnya amat sangat jauh lebih kecil dan lebih merata dipermukaan kaca.




Nah lalu bagaimana bisa bertindak sebagai cermin dan jendela dari kedua sisi?

Ada syarat mutlak yang harus dipatuhi supaya mirropane dapat bekerja dengan baik: Salah satu ruangan harus memiliki penerangan yang lebih terang daripada ruang satunya. Bila seseorang melihat mirropane dari ruangan yang terang, dia akan mendapat dua sumber cahaya: pantulan dari ruangan yang terang tempat dia berdiri dan cahaya dari ruang satunya yang gelap.
Cahaya pantulan dari ruang terang tentunya jauh lebih besar intensitasnya dari cahaya ruang sebelah yang gelap. Nah, inilah yang membuat mirropane akan terlihat seperti cermin.

Sebaliknya, bila dilihat dari ruangan yang lebih gelap, pengamat akan mendapat sumber cahaya yang jauh lebih besar intensitasnya dari ruangan sebelah. Cahaya dari ruangan dia berdiri juga akan dipantulkan, namun jumlahnya sedikit karena gelap. Mirropane pun akan terlihat seperti kaca biasa.

Bila kedua ruangan sama terangnya maka mirropane akan terlihat seperti kaca/ jendela biasa.

Tips Menghindari Pemerkosaan Visual

Apa itu pemerkosaan visual?
Di beberapa tempat seperti: toilet studio, ruang ganti, kamar pas, kamar bilas, dll. Terkadang ada oknum tidak bertanggung jawab yang memasang mirropane. Oknum tersebut dapat dengan mudah mengintip/ melihat apapun yang anda lakukan tanpa sepengetahuan anda.



Tapi jangan kuatir, ada cara mudah untuk membedakan mirropane dari cermin biasa.

  • Tempelkan kuku ibu jari anda ke cermin. (bisa diganti dengan ujung pensil atau apapun yang runcing)
  • Lihatlah, apakah ujung kuku bersentuhan langsung dengan bayangannya?
  • Bila cermin biasa, maka akan ada jarak atau gap antara ujung kuku dengan bayangannya. Hal ini disebabkan karena pada cermin biasa, lapisan perak hanya diaplikasikan pada lapisan yang belakang, lapisan depannya adalah kaca biasa.
  • Namun pada cermin mirropane, kedua lapisan kaca dilapisi perak.
  • Jadi bila ujung kuku anda bersentuhan dengan bayangan kuku anda, segera kemasi barang bawaan anda dan carilah ruangan lain :)
Jangan lupa bagi tips ini pada teman, kekasih, anak, dan istri anda! :D




0 comments:

Posting Komentar